Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Penyakit Radang Paru Paru / Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Paru paru merupakan organ yang sangat penting bagi kehidupan manusia, jadi sangat penting bagi kita untuk menjaga agar paru paru tetap sehat dan terhindar dari penyakit.  Untuk itu mari kita bahas penyakit tentang radang paru paru supaya kita lebih mengenal dan memahami tentang penyakit ini.

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Penyakit Radang paru-paru adalah kondisi inflamasi pada paru—utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun.

Gejala khasnya meliputi batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas. Alat diagnostik mencakup rontgen dan pengambilan kultur dari sputum. Vaksin untuk mencegah jenis pneumonia tertentu kini sudah tersedia. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab dasarnya. Dugaan pneumonia bakterial diobati dengan antibiotik. Jika pneumonianya parah, penderita biasanya dirujuk ke rumah sakit.

Setiap tahunnya, pneumonia menjangkiti sekitar 450 juta orang, tujuh persen dari total populasi dunia, dan menyebabkan sekitar 4 juta kematian. Walaupun pneumonia dijuluki oleh William Osler pada abad ke-19 sebagai “the captain of the men of death” (pemimpin kematian), penemuan terapi antibiotik dan vaksin pada abad ke-20 telah meningkatkan daya tahan hidup. Meskipun demikian, di negara berkembang, dan di antara orang-orang berusia sangat lanjut, sangat muda, dan penderita sakit kronis, pneumonia tetap menjadi penyebab kematian yang utama.

Tanda-tanda dan gejala

Pasien pneumonia yang menular biasanya menderita batuk produktif, demam yang disertai menggigil bergetar, sulit bernapas, nyeri dada yang tajam atau menghunjam selama menarik napas dalam-dalam, dan peningkatan laju respirasi. Pada manula, adanya kebingungan menjadi tanda yang paling utama. Tanda-tanda dan gejala khusus pada anak-anak balita yaitu demam, batuk, dan napas yang cepat atau sulit.

Demam tidak sangat spesifik, karena ini gejala yang umum timbul pada berbagai penyakit, dan mungkin tidak tampak pada penderita penyakit parah atau malagizi. Selain itu, gejala batuk sering tidak muncul pada anak-anak berusia kurang dari 2 bulan. Tanda-tanda dan gejala yang lebih parah meliputi: kulit biru, rasa haus berkurang, konvulsi, muntah-muntah yang menetap, suhu ekstrem, atau penurunan tingkat kesadaran

Radang Paru Paru Adalah Kasus pneumonia bakterial dan viral biasanya muncul dengan gejala yang serupa. Beberapa penyebabnya dikaitkan dengan karakteristik klinis yang klasik tetapi tidak spesifik. Pneumonia yang disebabkan oleh Legionella dapat muncul disertai nyeri perut, diare, atau kebingungan, sedangkan pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dikaitkan dengan sputum berwarna karat, dan pneumonia yang disebabkan oleh Klebsiella dapat disertai sputum berdarah yang sering digambarkan sebagai “currant jelly” (lendir merah). Sputum berdarah (dikenal sebagaihemoptisis) juga dapat muncul pada tuberkulosis, pneumonia gram-negatif, dan abses paru serta umum dijumpai pada bronkitis akut. Pneumonia mikoplasma dapat timbul bersama pembengkakan nodus limfa di leher, nyeri sendi, atau infeksi telinga tengah. Pneumonia viral lebih umum muncul disertai mengi dibandingkan dengan pneumonia bakterial.

Penyebab

Radang Paru Paru Adalah Pneumonia terutama disebabkan oleh infeksi dari bakteri atau virus dan jarang dijumpai disebabkan oleh fungi dan parasit. Walaupun terdapat lebih dari 100 galur agen infeksi yang telah diidentifikasi, namun hanya beberapa yang bertanggungjawab atas mayoritas kasus yang ada. Infeksi bersama dengan virus beserta bakteri dapat muncul hingga sebanyak 45% infeksi pada anak-anak dan 15% infeksi pada orang dewasa. Agen penyebabnya tidak dapat diisolasi pada sekitar setengah kasus yang ada walaupun pengujian yang cermat telah dilakukan.

Istilah pneumonia terkadang digunakan secara lebih luas terhadap berbagai kondisi yang menyebabkan inflamasi paru-paru (misalnya yang disebabkan oleh penyakit autoimun, luka bakar kimia atau reaksi obat); namun demikian, inflamasi ini lebih tepat disebut sebagai pneumonitis. Menurut sejarahnya agen penginfeksi dibagi menjadi “khas” dan “tidak khas” didasarkan pada aspek yang diduga, tetapi bukti-bukti yang ada tidak mendukung pembedaan ini, sehingga kini tidak lagi ditekankan.

Faktor risiko dan kondisi yang memengaruhi pneumonia mencakup: merokok, imunodefisiensi, alkoholisme, penyakit obstruktif paru kronis, penyakit ginjal kronis, dan penyakit hati. Penggunaan obat-obatan yang bersifat menekan asam seperti penghambat pompa proton atau antagonis H2 dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia. Usia lanjut juga berpengaruh pada pneumonia.

Bakteri

Bakteri adalah penyebab paling umum dari pneumonia dapatan masyarakat (CAP), dengan Streptococcus pneumoniae berhasil diisolasi dalam hampir 50% kasus yang ada. Bakteri lain yang umum diisolasi mencakup termasuk: Haemophilus influenzae dalam 20% kasus, Chlamydophila pneumoniae dalam 13% kasus, dan Mycoplasma pneumoniae dalam 3% kasus; Staphylococcus aureus; Moraxella catarrhalis; Legionella pneumophila dan Basilus gram-negatif. Sejumlah versi kekebalan obat dari infeksi di atas makin umum dijumpai, termasuk Streptococcus pneumoniae kebal obat (DRSP) dan Staphylococcus aureus yang kebal terhadap metisilin(MRSA).

Penyebaran organisme mudah terjadi jika faktor risikonya ada. Alkoholisme diasosiasikan denganStreptococcus pneumoniae, organisme anaerobik, dan Mycobacterium tuberculosis; merokok mempermudah pengaruh dariStreptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Legionella pneumophila. Pajanan terhadap burung diasosiasikan dengan Chlamydia psittaci; terhadap hewan ternak dengan Coxiella burnetti; aspirasi isi perut dengan organisme anaerobik; dan fibrosis kistik dengan Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Streptococcus pneumoniae lebih sering dijumpai di musim dingin, dan patut diduga pada orang yang menghirup sejumlah besar organisme anaerobik.

Virus

Radang Paru Paru Adalah Virus bertanggungjawab atas sekitar sepertiga kasus pneumonia pada orang dewasa dan sekitar 15% kasus pada anak-anak. Agen yang biasanya terkait mencakup: rhinovirus, coronavirus, virus influenza,virus sinsitium pernapasan (RSV), adenovirus, dan parainfluenza. Virus herpes simpleks jarang menyebabkan pneumonia, kecuali dalam kelompok seperti: bayi baru lahir, penderita kanker, penerima transplantasi, dan penderita luka bakar yang cukup parah. Orang yang menjalani transplantasi organ atau yang mempunyai respon imun lemah menunjukkan tingkat pneumonia cytomegalovirus yang tinggi. Para penderita infeksi virus dapat terinfeksi secara sekunder dengan bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, atau Haemophilus influenzae, khususnya ketika disertai masalah kesehatan lain. Virus yang berbeda mendominasi masa yang berbeda dalam setahun, sebagai contoh selama musim influenza maka virus influenza bertanggungjawab atas lebih dari separuh kasus virus yang terjadi. Wabah virus lainnya juga sesekali muncul, termasuk hantavirus dan coronavirus.

Fungsi

Pneumonia jamur jarang dijumpai, namun lebih sering muncul pada individu yang menderita sistem kekebalan lemah akibatAIDS, obat penekan kekebalan, atau masalah medis lainnya. Jenis ini paling sering disebabkan oleh Histoplasma capsulatum, blastomyces, Cryptococcus neoformans, Pneumocystis jiroveci, dan Coccidioides immitis. Histoplasmosis paling umum terjadi di lembah Sungai Mississippi, dan coccidioidomycosis paling umum dijumpai di Barat Daya Amerika. Jumlah kasus telah meningkat di paruh kedua abad ke-20 akibat makin seringnya orang melakukan perjalanan dan meningkatnya supresi kekebalan tubuh dalam populasi.

Parasit

Beragam parasit dapat memengaruhi paru-paru, termasuk: Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis,Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae. Berbagai organisme ini biasanya memasuki tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, pencernaan, atau melalui vektor serangga. Kecuali untuk Paragonimus westermani, kebanyakan parasit tidak secara khusus menginfeksi paru-paru tetapi melibatkan paru-paru sebagai tempat sekunder terhadap tempat lainnya. Sebagian parasit, khususnya yang termasuk genera Ascaris danStrongyloides, merangsang timbulnya reaksi eosinofilik kuat, yang dapat mengakibatkan pneumonia eosinofilik. Dalam infeksi lainnya, seperti malaria, keterlibatan paru terutama akibat inflamasi sistemik yang diinduksi oleh sitokin. Di negara berkembang infeksi semacam ini paling sering dijumpai pada orang-orang yang kembali dari bepergian atau pada para imigran. Secara global, infeksi-infeksi paling sering terjadi pada pada penderita defisiensi kekebalan tubuh.

Idiopatik

Radang Paru Paru Adalah Pneumonia interstisial idiopatik atau pneumonia yang tidak menular merupakan kelas penyakit paru difus. Kelas ini mencakup: kerusakan alveolar difus, organizing pneumonia, pneumonia interstisial non-spesifik, pneumonia interstisial limfositik, pneumonia interstisial desquamative, penyakit paru interstisial bronkiolitis pernapasan, dan pneumonia interstisial biasa.

Patofisiologi

Penyakit Radang Paru Paru Adalah Pneumonia sering berawal sebagai infeksi saluran pernapasan atas yang kemudian berpindah ke saluran pernapasan bawah.

Vaksinasi terhadap Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae sudah memiliki bukti bagus untuk mendukung penggunaannya. Mengimunisasi anak terhadap Streptococcus pneumoniae sudah menyebabkan penurunan insiden infeksi ini pada orang dewasa, karena banyak orang dewasa memperoleh infeksi ini dari anak-anak. Vaksin Streptococcus pneumoniae tersedia untuk orang dewasa, dan sudah ditemukan menurunkan risiko penyakit pneumokokal yang invansif. Vaksin lain yang mendukung efek perlindungan terhadap pneumonia termasuk: batuk rejan, cacar air, and campak.

Lainnya

Berhenti merokok dan menurunkan polusi udara di dalam ruangan, seperti yang berasal dari memasak di dalam ruangan dengan menggunakan kayu atau kotoran sapi, dianjurkan. Merokok tampaknya menjadi faktor risiko terbesar untuk pneumonia pneumokokal pada orang dewasa yang seharusnya sehat. Kebersihan tangan dan menutupi batuk dengan lengan tangan bisa juga menjadi sarana pencegahan yang efektif. Pemakaian masker operasi oleh mereka yang sakit juga bisa mencegah penyakit.

Mengobati penyakit dasarnya (seperti HIV/AIDS, diabetes melitus, dan malagizi) dengan tepat bisa menurunkan risiko pneumonia. Pada anak-anak usia di bawah 6 bulan pemberian susu ibu ekslusif menurunkan baik risiko maupun keparahan penyakit. Di kalangan mereka yang menderita HIV/AIDS serta hitungan CD4 kurang dari 200 sel/uL, antibiotik trimetoprim/sulfametoksazol menurunkan risiko Pneumonia pneumosistis dan bisa juga berguna untuk pencegahan bagi mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh tetapi tidak mempunyai HIV.

Menguji wanita hamil untuk Streptokokus Grup B dan Klamidia trakomatis, dan memberikan pengobatan antibiotik, bila diperlukan, menurunkan risiko tingkat pneumonia pada bayi; sarana pencegahan transmisi dari ibu ke anak bisa juga efisien. Menyedot mulut dan tenggororkan bayi dengan cairan amnion yang tercemar mekonium belum terbukti menurunkan tingkat pneumonia aspirasi dan bisa membahayakan, jadi praktik ini tidak dianjurkan dalam kebanyakan situasi. Di kalangan lansia yang ringkih, perawatan kesehatan mulut yang baik bisa menurunkan risiko pneumonia aspirasi.

Obat Radang Paru Paru di Apotik

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Antibiotik, Obat jenis ini merupakan obat yang paling umum untuk digunakan mencegah dan mengatasi bakteri dan virus. Dengan obat antibiotik bebagai kondisi penyakit yang ringan hingga berat bisa diatasi.

Di dunia terdapat berbagai jenis ratusan antibiotik. Biasanya dokter memberikan berdasarkan ciri-ciri penyakit. Misalnya dokter melihat kita mengalami berbagai gejala radang paru-paru pada orang dewasa. Namun secara umum jenis antibiotik dibagi ke dalam enam kelompok besar yaitu:

1. Penicilin

Jenis antibiotik ini umumnya digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi. Biasanya digunakan mengobati infeksi saluran kemih termasuk infeksi pada paru-paru. Radang paru-paru umumnya disebabkan oleh bakteri. Antibiotik ini biasanya digunakan untuk mencegah bakteri masuk ataupun membunuh bakteri yang sudah matang.

Biasanya dokter meresepkan dosis dari penicilin secara berbeda tergantung dari beberapa hal misalnya seberapa besar gangguan medis yang dialami pasien serta waktu jeda yang dibutuhkan untuk mengonsumsi penisilin. Sementara pada anak, dosisinya sangat ditentukan dengan berat badannya.

Mengonsumsi penisilin harus dilakukan dengan tepat. Kita jangan sampai menambahkan atau mengraungi jumlah dosis tanpa seizin dokter. Penisilin sendiri memiliki beberapa jenis misalnya amoxicillin, penisilin V, pivmecillinam dan pivampicillin. Untuk mengonsumsi jenis bakteriini sebaiknya dilakukan pada saat kondisi perut kosong.

Selain itu, kita sebaiknya menghindari berbagai minuman asam misalnya jeruk atau olahannya sesudah mengonsumsi penisilin G. Minuman yang asam cenderung mengganggu kerja obat di dalam tubuh pasiennya.

2. Sefalosporin

Hampir sama dengan penisilin yang berfungsi mengobati berbagai infeksi seperti infeksi saluran kemih, biasanya jenis antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi yang lebih serius misalnya septicaemia dan meningitis.

3. Aminoglikosida

Penyakit serius yang menyebabkan efek samping cukup parah umumnya bisa diatasi dengan jenis antibiotik ini. Misalnya penyakit yang menyebabkan masalah pendengaran serta kerusakan ginjal.

4. Tetrasiklin

Obat jenis ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis masalah kulit mulai dari yang ringan sampai berat. Berbagai jenis penyakit kulit seperti jerawat sampai kondisi lain pada kulit yang sering disebut rosacea juga bisa diatasi.

5. Makrolida

Obat ini hampir mirip dengan penicilin yang dapat mengobati berbagai jenis infeksi termasuk radang paru-paru. Lalu apa yang membedakan jenis obat ini? Jenis obat ini biasanya digunakan bagi para penderita yang memiliki alergi terhadap penisilin atau pada pasien yang kebal terhadap penisilin.

6. Fluouroquinoones

Jenis obat ini terbilang baru karena berbentuk spektrum. Jenis obat ini dikenal memiliki kemampuan mengatasi berbagai macam infeksi.

Obat Tradisional Paling Ampuh Untuk Mengobati Paru-Paru

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Jenis tanaman obat tradisioanal di sekitar kita yang berkhasait untuk mengobati penyakit paru-paru dan tentunya tanpa efek samping.

1. Taman Ciplukan

Buat kamu anak 90an pasti tidak asing lagi dong dengan tanaman yang satu ini? Tanaman yang satu ini mudah sekali kita temukan di ladang maupun kebun di sekitar rumah kita.Tapi jika kamu ingin menjadikannya sebagai obat paru-paru yang kita butuhkan adalah semua bagian tanaman kecuali buahnya.

Cara membuat ramuan obat tradisinal paru-paru ini caranya cukup mudah, yaitu dengan merebus tanaman ciplukan hingga matang sempurna.Namun sebelum direbus pastikan tanaman tersebut bersih dan highienis dengan cara mencucinya di air mengalir.

Setelah ramuannya matang kita bisa mengkonsumsinya sebanyak 3 kali sehari sebagai langkah terapi dan pengobatan.

2. Daun pegagan

Daun pegagan adalah satu diantara tanaman obat tradisional yang dipercaya mampu mengobati penyakit paru-paru basah. Untuk membuat ramuan ini juga terbilang mudah, sobat di rumah cukup menyediakan daun pegagan segar sebanyak 29 gram, dan jahe yang telah dicuci bersih sebanyak 15 gram.

Setelah kedua bahan tersebut siap yang kita butuhkan selanjutnya adalah air putih sebanyak 500cc. Selanjutnya kita hanya merebusnya hingga ramuan tersebut menjadi setengahnya atau 250 cc.Setelah ramuan daun pegagan matang, segeralah minum ramuan tersebut selagi hangat seanyak 2 kali sehari selama 2 minggu.

Setelah 2 minggu hentikan pengobatan selama 3 hari. Jika dirasa kondisi tubuh belum membaik juga kita bisa melanjutkannya hingga kondisi kita membaik.

3. Kulit kacang tanah

Satu lagi obat tradisional yang bisa kita jadikan sebagai obat paru-paru, yaitu kulit kacang tanah.

Cara membuatnya pun terbilang mudah, kita cukup menyiapkan kulit kacang tanah yang telah dicuci bersih sebanyak 27 gram, dan gula merah secukupnya sesuai selera. Tahap pertama merebus kulit kacang tanah hingga berwarna keruh, kemudian ditambahkan gula merah secukupnya sebagai perasa manis alami.

Namun ini bisa kita konsumsi saat hangat sebanyak 2 kali sehari. Rutinkan ramuan ini hingga kondisi kita membaik.

4. Bunga sepatu

Terakhir adalah bunga sepatu, bunga ini dipercaya mampu mengatasi penyakit paru-paru basa lo. Cara membuat ramuannya pun cukup mudah, kita cukup menyiapkan 2 kuntum bunga sepatu dan garam dapur secukupnya.

Langkah pertama adalah mencuci bersih bunga terebut, kemudian tumbuk hingga benar-benar halus. Setelah halus, siapkan 1 gelas air panas dan masukkan tumbukan bunga sepatu ditambah garam secukupnya.

Setelah hangat saring ramuan tersebut dan minumlah secara teratur, 3 kali sehari. https://www.obatparuparu.biz

PAKET HERBAL PARU PARU

Penyakit Radang Paru Paru Adalah

Nama Obat
Detopar dan Pipeca
Khasiat
Batuk menahun dan saluran pernapasan, Membersihkan paru-paru, Batuk Berlendir, Batuk Berdahak, Detox Paru, Melancarkan Pernafasan, Menormalkan Fungsi Paru-paru, Menyaring suara

Detopar dan Pipeca Merupakan produk unggulan dari perusahaan De Nature, banyak yang telah sembuh dengan perantara obat dari kami. Obat alternatif yang aman digunakan dan berkwalitas. Silahkan buka KATALOG OBAT DENATURE di http://situsdokterherbal.com/

Hal ini terbukti dengan legalitas yang diberikan pemerintah melalui Badan pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Produk kami terdaftar BPOM RI No TR163394651 dan DINKES RI No. 442/0060/V.2.

Incoming search terms :

  • obatparuparu.biz
  • cara mengobati radang paru paru
  • obat radang paru paru
  • gejala radang paru paru pada orang dewasa
  • radang paru paru menular atau tidak
  • obat alami radang paru paru pada anak
  • bahaya radang paru paru
  • perawatan radang paru-paru

 

About acengilin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *